Autohipnosis untuk Hidup Baru

01/30/2002 -

Ibarat programmer komputer, setiap orang dapat membuat program untuk menyehatkan dan membahagiakan diri sendiri. Salah satu metodenya adalah mencapai relaksasi lewat autohipnosis.

dr.H.Erwin KusumaPernahkan Anda dikejutkan oleh perubahan penampilan seorang kawan yang lama tak jumpa? Kawan yang dulu angkuh berubah jadi ramah dan begitu tenang. Yang penggugup dan senantiasa duduk di barisan paling belakang, bisa menjadi presenter anggun yang penuh percaya diri. Lebih jauh lagi, mungkin Anda sempat ragu ketika seorang yang sudah divonis berpenyakit yang tak tersembuhkan, tiba-tiba muncul sebagai seorang yang sehat dan aktif, seolah tak pernah terjadi apa-apa padanya.

Kemampuan untuk selalu tampil bebas dari ketegangan bukan milik semua orang. Terlebih lagi bila kita merasa terlanjur terjebak dalam lingkungan yang tidak ramah, menyesakkan dada, atau menciutkan nyali. Divonis menderita penyakit yang berat seperti kanker, misalnya.

Namun, siapa pun dan dalam situasi apa pun Anda saat ini, sebenarnya tak pernah terlambat untuk mencari solusi. Relaksasi lewat metode autohipnosis, yang kini secara diam-diam diminati kalangan eksekutif dan selebriti ibu kota ini, mungkin bisa jadi salah satu pilihan. Siapa tahu, justru Anda-lah yang tiba-tiba menampilkan diri yang baru dan mengejutkan kawan lama dan kolega Anda!

Alfa State
Mengapa relaksasi? Ketika orang tertawa senang, tengah asyik melukis, kala santai mendengarkan musik nan lembut, atau kala terpukau menatap keindahan pemandangan alam, seluruh tubuhnya bisa menjadi relaks seketika. Bila direkam dengan alat perekam kegiatan otak EEG, saat itu gelombang otak bergerak dengan frekuensi 8-12 hertz. Itulah keadaan alfa (alfa state) atau dikenal dengan istirahat otak. Keadaan ini pulalah yang dirasakan oleh orang yang bermeditasi, bertapa, atau dalam Islam, tahannuts seperti yang dahulu dilakukan Rasul.

Sayang, tak selamanya kita mudah memasuki keadaan alfa. Kesibukan dan tantangan sehari-hari sebagai orang modern membuat kita lebih sering berada pada keadaan sebaliknya, yaitu tegang dan terus menerus memeras otak. Dalam keadaan otak yang terus-menerus aktif ini atau disebut juga beta state, diam-diam kita menumpukkan racun stres ke dalam tubuh dan pikiran kita. Stres berkepanjangan terbukti merupakan pangkal gangguan kesehatan.

Idealnya, setelah aktif otak kita bisa dengan mudah dikembalikan ke keadaan alfa. Irama alfa dan beta itu ibarat nada tinggi dan nada rendah yang terjalin menjadi irama yang harmonis. Dalam kenyataan, kita lebih sering tersangkut lebih lama pada kondisi beta, dan tidak mudah kembali pada keadaan alfa. Tanda-tandanya adalah susah tidur, mudah sakit, cepat panik, selalu cemas, dan bukan tak mungkin cenderung kepada gaya hidup yang merusak, tergantung pada zat adiktif dan berpikiran negatif.

Salah satu metode yang sudah diakui oleh dunia kedokteran untuk mencapai kondisi alfa state ini adalah hipnoterapi atau terapi dengan hipnosis. Bisa dengan bantuan seorang ahli hipnoterapi atau bisa dilakukan sendiri (autohipnosis) dengan latihan-latihan, ujar Dr Tb.Erwn Kusuma SpKJ, salah seorang psikiater yang tertarik mengembangkan autohipnosis dari Klinik Spesialis Keluarga Prorevital.

Pertama-tama, pasien atau klien akan dibimbing oleh seorang ahli hipnoterapi sebagai fasilitator untuk memasukkan sugesti positif. Lambat laun ia akan dapat menghipnosis dirinya sendiri. Selanjutnya, kemampuan ini dapat digunakan kapan pun dan dimana pun.

Saya pernah mensugesti diri sendiri ketika panik dan stres menyetir di jalan yang bukan main macetnya. Waktu itu saya baru awal-awal belajar dan kaget sendiri menyadari kemampuan saya untuk membuat diri saya menjadi begitu tenang, ujar Lianny Hendranata, seorang klien hipnoterapi yang kini bekerja sebagai fasilitator autohipnosis.

bandulRohani Vs Jasmani
Siapakah Anda? Mungkin Anda seorang bos di kantor, seorang istri atau suami di rumah, seorang dengan profesi arsitek, dokter, pengacara, artis, atau yang lain. Bila dikaitkan dengan kesadaran yang lebih tinggi dan mencermati petunjuk dalam berbagai kitab-kitab suci, diri kita semua adalah mahluk rohani yang memiliki jasmani.

Bila diri rohani diibaratkan pengemudi dan jasmani adalah kendaraan, maka tanpa si pengemudi, sebuah mobil hanyalah benda mati yang tak bisa bergerak. Ia baru bisa bergerak bila distarter dan dikemudikan oleh pengemudi. Maka saya, yang sejati adalah dimensi rohan dan dialah yang mempengaruhi dan mengendalikan jasmani.

Dalam mengemudikan kendaraan, pengemudi bisa bersikap aktif positif, aktif negatif, atau sama sekali pasif. Sebagai pengemudi aktif positif, rohani memperlakukan jasmaninya (kendaraannya) dengan baik. Misalnya dengan memunculkan dorongan untuk makan makanan yang sehat, cukup istirahat, atau lainnya, sehingga jasmaninya sehat dan citra dirinya positif,” demikian diutarakan Dr Erwin dalam pengantar pelatihan autohipnosis-nya.

Namun, tambahnya, tak jarang, rohani mengendalikan jasmani secara aktif negatif, misalnya dengan memunculkan dorongan untuk merokok, menggandrungi zat adiktif, atau kebiasaan buruk lainnya. Ia bisa pula pasif sama sekali, sehingga gerak sang kendaraan akhirnya menyerah sepenuhnya terhadap kehendak dan pengaruh lingkungan. “Orang seperti ini seolah jadi tamu di rumahnya (tubuhnya) sendiri.”

Tindakan aktif negatif dan pasif, menurut Dr Erwin tak perlu terjadi bila orang mampu berperan langsung sebagai operator program bagi niatnya. Bahkan, dia dapat memprogram ulang apa-apa yang sudah terlanjur ter-install disana, menghapus program yang merusak, dan menggantinya dengan yang baru. Hasilnya adalah print-out yang bersih,rapi, dan seperti yang dikehendaki.

Badan Halus
Sejak ribuah tahun yang lalu, manusia telah mengetahui bahwa selain badan yang dapat dilihat dan diraba berupa jasmani, kita memiliki badan halus (bioplasmik) yang tak teraba dan tak terlihat. Bahan pembentuk badan kasar ini berasal dari bumi (kita makan, minum, dan bernapas dari bumi). Sedangka badan halus kita berasal dan terbentuk dari sinar matahari, terutama sinar infra merah (Lihat boks: Aura: Rekaman Tubuh Halus)

Sesuai energi pembentuknya, badan kasar kita menghasilkan tenaga berupa tenaga listrik, kimia, panas, dan gerak atau disebut juga tenaga kasar atau tenaga luar. Sedangkan badan halus menghasilkan tenaga dalam, disebut juga prana, chi, ki, dan sinar infra merah dengan gelombang panjang gelombang 6-14 mikron. Tenaga dalam ini oleh orang Timur sudah dikenal dan banyak dimanfaatkan sejak dulu kala untuk ilmu bela diri, pengobatan, kesenian, atau yang lainnya.

Sayang, tradisi asli dunia Timur yang melihat manusia secara lebih holistik itu tergusur sejak bangsa Barat datang menjajah dunia Timur. “Mereka datang membawa kebiasaan yang lebih mementingkan penggunaan otot dan otak seperti tercermin dalam kurikulum kita saat ini,” sesal Dr Erwin.

Badan halus ini mengelilingi badan kasar kita yang berupa warna atau disebut aura, yang umumnya terdiri 7 lapis warna pelangi. Ketujuh warna aura ini berkaitan erat dengan ketujuh simpul utama aliran energi dalam tubuh kita atau disebut cakra (Lihat boks: Cakra: Biokomputer Manusia)

cakraMelanjutkan analogi di atas, badan halus dapat disamakan dengan software atau disket komputer. “Maka, kita mendapatkan perangkat hidup yang lengkap. Rohani (batin) sebagai life-ware yang bertindak sebagai operator, dengan tenaganya yang disebut kuasa (might); badan halus sebagai software yang bekerja seperti disket; dan badan kasar sebagai hardware yang dapat dianalogikan sebagai printer. Sedangkan jiwa adalah kemampuan operasi perangkat,” tambah Dr Erwin.

Bila batin kita terganggu, badan halus kita merekamnya, badan kasar mewujudkannya dalam bentuk berbagai gangguan fisik. Tak heran, bila misalnya benjolan kanker yang sudah diambil dari tubuh kasar, tumbuh berulang menimbulkan kaner baru. Soalnya, rekaman dalam disket itu belum dihapus, sehingga yang keluar dari printer adalah gangguan yang sama, tutur psikiater yang memilih pendekatan psikiatri spiritual ini.

Di sini pulalah, menurutnya, letak perbedaan antara pengobatan konvensional yang hanya mengobati gejala di fisik, dengan pengobatan holistik, yang melihat manusia lebih utuh, sebagai tubuh, pikiran, dan rohani.

Lebih lanjut, menurut Dr Erwin, badan kasar berkaitan dengan alam sadar. Sedangkan badan halus berkaitan dengan alam bawah sadar. Bila badan kasar bisa diistirahatkan, maka badan halus atau batinlah yang mengambil alih kendali. Itulah inti relaksasi. Pada saat itulah kita dapat memasukkan sugesti positif pada batin kita, tegasnya.

Dalam bahasa awam, para arif dan bijak sebenarnya sudah sering mempraktikkan ini. Misalnya dalam anjuran budaya hidup agar nrimo atau tidak ngoyo atau menyerahkan diri (surrender) pada kehendak Allah (Islam).

Ditambahkan oleh Dr Erwin, autohipnosis bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai alfa state. Metode lain dalam berbagai bentuk latihan relaksasi, meditasi, beribadah dengan khusuk, berzikir dan berdoa dengan khidmat adalah sarana menuju alfa state. Kuncinya adalah membuat diri relaks untuk memasukkan program atau mensugesti diri sendiri secara positif.

Nah, Anda termasuk orang yang sibuk? Memiliki keluhan, baik fisik maupun mental? Tidakkan tertarik untuk mengecek disket Anda? Siapa tahu ada virus-virus yang diam-diam sedang menggerogoti program Anda. Mengapa tidak mulai mencoba relaks sekarang juga?

oleh Rani R.Moediarta – sumber : HealthyLife – 01/2002

Tags: , ,