Berbagi kisah nyata untuk para ibu yang sedang hamil…

03/06/2012 -

Perkenalkan nama saya Nenden Rilla Artistiana, saya seorang penulis, editor freelance, dan owner dari Kalisa Pena sebuah wadah kreativitas jasa penulisan naskah, setting, dan hal-hal lainnnya yang berkaitan dengan dunia tulis menulis dan penerbitan. Pekerjaan saya mengharuskan saya selalu duduk berlama-lama di depan komputer sehingga kurang berolah raga. Di samping itu, asupan makanan yang kurang sehat dan berlemak, menyebabkan saya pernah mengalami gula darah yang naik. Di tahun 2007 lalu saya pernah tekapar sakit dan merasa ajal pun telah semakin dekat. Keluarga dan teman-teman terus mensupport saya. Bahkan, suamiku sering kali searching di internet mencari pengobatan alternatif karena aku juga termasuk orang yang takut medis. Akhirnya, pilihan jatuh pada sebuah klinik holistik, ProV kinik. Di sana saya ditangani seorang psikiater yang ahli di bidang hipnoterapi, Dokter TB. Erwin. Beberapa kali saya bertemu beliau dan berlatih hipnoterapi membuat badan saya kembali sehat. Semua keluhan pun hilang, tekanan darah dan gula darah pun berangsur-angsur normal. Akhirnya, saya selalu datang ke klinik tersebut manakala merasakan ada keluhan, dan di rumah pun saya terus mempraktikkan meditasi untuk kesehatan dan kesejahteraan.

Pertengahan tahun 2009 tanpa disangka saya hamil lagi! Kaget dan sedikit panik saat saya harus hamil anak keempat. Bukan apa-apa, di usia yang sudah menginjak 37 tahun ditambah riwayat keluarga yang diabetes, serta riwayat tekanan darah tinggi membuat saya benar-benar khawatir atas kehamilan yang keempat ini.

Setelah tahu positif hamil, segera saya mencari dokter spesialis kandungan, saat itu saya ditangani Dokter Vivi dari sebuah rumah sakit swasta di Kota Bogor. Konsultasi selalu rutin saya lakukan, dan dokter pun mengatakan kalau benar-benar kesehatan saya terganggu, janin pun tak akan bertahan lama, pernyataan itu membuat saya merinding. Selama hamil saya berusaha untuk rileks, hingga di kehamilan yang menginjak usia enam bulan, tekanan darah tinggi saya kambuh, terus naik hingga dokter menyarankan untuk menghentikan kehamilan karena dikhawatirkan preeklamsi. Bahkan, saya diharuskan rawat inap untuk memantau kondisi tekanan darah dan janin yang ada di rahim saya. Saya panik, dan memilih untuk tidak dirawat. Pilihan saya untuk tidak dirawat membuat Dokter meminta saya dan suami untuk menandatangani surat pernyataan, yang menyebutkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada diri saya dan janin saya, dokter dan pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab. Saat itu yang ada di pikiran saya lari ke Dokter Erwin, untuk melakukan hipnoterapi!

Saya pun kembali menemui dokter Erwin dan menumpahkan semua permasalahan saya. Dokter Erwin memberikan terapi dan menyarankan untuk menemui Bu Lanny. Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk ikut program hipnobirthing, karena di Prov klinik jadwalnya sudah padat, akhirnya saya diikutkan di RS. Bunda. Meskipun jauh, harus bolak-balik Bogor – Jakarta, dengan keyakinan kuat saya bisa dibantu Bu Lanny, saya pun rela meluangkan waktu mengikuti program hipnobirthing. Kepada Bu Lanny dan jajarannya saya sampaikan semua keluhan saya. Bu Lanny meyakinkan saya bahwa tekanan darah saya bisa normal dan saya bisa melahirkan selamat! Kala itu saya bertemu dengan para ibu hamil lainnya dengan berbagai permasalahannya. Beberapa di antara mereka ada yang ragu dengan program ini. Saya tegaskan, kalau diri saya benar-benar yakin, hipnobirthing dapat membantu kelancaran dan kesehatan saya. Setelah dua kali pertemuan, tekanan darah saya selalu normal, hal itu membuat keyakinan saya bertambah tinggi.

Setelah mengikuti dua kali latihan di RS Bunda dan di rumah rutin saya ulangi rileksasi dengan afirmasi yang postif sesuai anjuran Bu Lanny, saya pun beralih kontrol kehamilan dari dokter sebelumnya ke bidan. Saya memutuskan untuk melahirkan di rumah bersalin dekat rumah kami.   Setiap malam menjelang tidur, atau setelah sholat Isya, saya luangkan waktu untuk mendengarkan CD latihan hipnobirthing, melakukan rileksasi, dan membisikkan afirmasi positif dalam diri saya bahwa,”Tekanan darah saya sehat hingga ke akar-akarnya”, “Saya dan bayi saya sehat, melahirkan normal dan selamat”. Selalu saya ulang afirmasi-afirmasi positif tersebut kapan pun juga. Dalam sehari saya bisa mendengarkan CD dan berlatih hipnobirthing sampai 3 kali, layaknya orang minum obat!

Waktu itu, Bu Lanny meminta saya untuk melakukan deep hipnoterapi, dan beliau meluangkan waktu untuk melakukan latihan privat, dengan satu pasien, yaitu saya! Kurang lebih lima kali pertemuan, dan terus berlatih di rumah membuat tekanan darah, dan gula darah pun tak ada masalah. Hingga detik-detik mendebarkan itu tiba. Berbeda sekali dengan proses melahirkan anak-anak saya yang lainnya, pada anak keempat ini, saya tidak terlalu merasakan kontraksi. Setiap kontraksi tiba, saya langsung rileksasi sehinggga   kontraksi pun dirasa nyaman. Tepat tanggal 21 April 2010, jam empat dini hari perut saya terasa mulas, layaknya orang yang ingin BAB, segera saya bangunkan suami untuk beriap-siap menuju rumah bersalin. Di dalam mobil kami, saya merasakan bayi saya akan segera keluar, beberapa kali saya mengejan. Untungnya jarak rumah kami dan klinik tersebut dekat, sehingga saya masih bisa menahan bayi yang sudah ingin segera keluar. Tiba di rumah bersalin tersebut, saya segera dipapah dan ditidurkan di ruang persalinan. Dua bidan segera memeriksa saya, ternyata saat itu saya sudah pembukaan Sembilan, tidak dalam waktu yang lama, dua kali mengejan, malaikat kecilku pun menangis keras, udara dingin di luar rahim membuatnya membukakan mata untuk yang pertama kalinya di bumi ini. Selamat datang, anakku sayang.. segera kupeluk buah hatiku yang  lucu. Rasa lelah sehabis melahirkan tak aku rasakan, sangat berbeda dengan proses kelahiran sebelumnya. Kali ini aku merasa bugar, mungkin itu juga karena aku mengikuti program hipnobirthing. Bahkan, yang membuat aku benar-benar yakin dengan ampuhnya sugestiku, aku selalu mengafirmasi diri bahwa aku akan pergi ke rumah bersalin saat sudah pembukaan sembilan, afirmasi itu sempat aku lontarkan juga kepada Bu Cahya, salah satu staff di Prov klinik yang juga stafnya Bu Lanny.    Alhamdulillah wa syukrillah, aku bisa melahirkan normal, tensi darahku pun normal, bahkan gula darahku pun normal.  Aku bersyukur bisa bertemu Bu Lanny dan mengikuti hipnobirthing, saat itu juga aku sms Bu Cahya dan Bu Lanny mengabarkan bahwa semua afirmasiku menjadi kenyataan. Satu hal yang aku yakini, bila kita yakin dengan segala sesuatu, dan keyakinan itu dilakukan dalam kondisi alpha, maka apapun afirmasi yang kita inginkan akan menjadi kenyataan.

Bayi yang lucu yang kami sebut bayi hipnobirthing, lahir dengan panjang 52 cm dan berat 3,8 kg.. Alhamdulillah, selama dia bayi, dia tak pernah rewel, bahkan aku tak pernah merasakan begadang di malam hari. Dia benar-benar nyaman dan rileks tak pernah rewel. Kini usia malaikat kecilku ini satu tahun sembilan bulan. Lucunya,  selain sudah banyak celotehan nya, ia pun sangat rajin. Bayangkan, di usianya yang belum genap dua tahun, dia sudah ingin menunjukkan kemandiriannya. Saya dan pengasuhnya sampai tertawa lucu kala melihat ia menyapu lantai. Ternyata ia menumpahkan makanna kecilnya, tanpa ada yang nyuruh, ia pun berlari ke dapur mencari sapu. Begitu pula saat ia menumpahkan air, dengan sigap ia berteriak meminta lap, saat kutanya lap buat apa, ia pun menjawab, “tumpah, basah..”. Ya, malaikat kecilku yang kami beri nama Andhika Fatih Attaqie, kini tumbuh sehat dan cerdas. Alhamdulilah, rasa syukurku tak henti kala melihat bayi yang divonis dokter harus dihentikan kehamilanku saat ia berusia enam bulan dalam kandungan, kini tumbuh cerdas, celotehannya membuat kami tertawa, motoriknya pun tumbuh baik, ia paling senang menendang bola dan bermain bersama kakak-kakaknya. Dan, ia pun selalu bercerita meskipun dengan kata-kata sederhana, apa-apa yang ia alami selama tidak bersamaku. Terima kasih Bu Lanny, terima kasih hipnobirthing, semua menjadi indah, kala keyakinan dna sugesti kita benar-benar menyatu di hati.

Harapan saya, kisah nyata ini bisa ditularkan bagi ibu-ibu lain yang mungkin saja memiliki masalah kehamilan yang hampir sama dengan kisahku. Bagiku, program hipnobirthing sangat membantu proses kelahiran bayiku secara normal, dan juga kesehatanku. Hingga kini,  aku tetap melakukan ritual relaksasi dan hipnoterapi untuk kesehatanku. Semoga saja kisahku ini bias membantu ibu-ibu lain yang berharap melahirkan normal, nyaman, dan sehat. Sukses selalu untuk semua!!

 

Salam manis,

Nenden