BOOM HYPNO, DARI HYPNOBIRTHING HINGGA HYPNOPARENTING

04/18/2011 -

Setiap orang tua mengidamkan kemudahan dalam menjalankan tiga tugas mulia  : melahirkan, menyusui dan mengasuh anak. Trio Hypno : Hypnobirthing, Hypnobreastfeeding dan Hypnoparenting berikut ini mencoba menawarkan solusi alternatif.

Belakangan ini istilah “hypno” semakin sering terdengar di telinga, sebut saja hypnobirthing, hypnobreastfeeding, dan hypnoparenting. Tentu saja, fenomena tersebut tidak datang dengan sendirinya. Bisa jadi hal itu disebabkan semakin banyak calon orang tua, dan orang tua yang membutuhkan solusi praktis, cepat dn rasa skit minimal. Lantas, benarkah metode ‘serba hyno’ tersebut dinilai efektif  dan realistis?

Menjawab pertanyaan tersebut, Lanny Kuswandi, seorang pakar hipnoterapi dari Pro V Klinik, Jakarta, mengatakan bahwa metode hipnoterapi sepenuhnya dapat dijawab secara ilmiah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan menurut Tia Rahmania, psikolog yang berpraktek di sebuah klinik tumbuh kembang, Kancil, Jakarta, secara etimologis (bahasa), hipnotisme berasal dari kata Yunani, Hypnos yang di ambil dari nama Dewa Tidur dalam mitologi Yunani, yang artinya seni atau ilmu yang mempelajari cara membawa pasien kedalam keadaan trans atau keadaan tidur yang disebabkan terfokusnya perhatian pada suatu keyakinan atau sugesti verbal yang ditanamkan.

Hipnosis sendiri merupakan kondisi tak sadar yang terjadi secara alami. Seseorang jadi menghayati pikiran dan sugesti tertentu untuk mencapai perubahan psikologis, fisik maupun spiritual yang di inginkan. Hipnosis otomatis terjadi saat seseorang dalam kondisi rileks yang dalam dan berkonsentrasi penuh. Contoh kalimat sugesti,  misalnya dalam Hypnobreastfeeding : “ASI saya cukup untuk bayi saya, sesuai dengan kebutuhannya”.

HYPNOBIRTHING & HYPNOBREASTFEEDING

Hypnobirthing merupakan pengobatan holistik di mana ibu hamil akan dibantu untuk rileks, fokus dan tenang. Ini merupakan suatu metode bagi wanita hamil dan pasangannya untuk melakukan relaksasi mendalam.

Pada praktiknya, Anda akan diajarkan untuk menenangkan pikiran dengan cara fokus dan konsentrasi. Jadi, ibu hamil akan menghipnosis diri sendiri dengan memasukkan sugesti positif ke pikirannya. Misalnya dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa melahirkan merupakan proses alami yang menyenangkan, dan tidak manyakitkan secara berulang-ulang. Kemudian menghayatinya, seperti pepatah mengatakan, “Kita adalah apa yang pikirkan”, maka itulah yang akan terjadi.

Keuntungan Hypnobirthing antara lain adalah:

v      Kondisi tenang selama hamil, akan direkam oleh janin.

v      Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing.

v      Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan jiwa bayi lebih sehat.

v      Memperlancar jalannya proses persalinan, dan meminimalkan rasa sakit.

v      Meningkatkan produksi ASI.

v      Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.

v      Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan.

Awalnya, ibu hamil akan mengikuti kelas hypnobirthing -idealnya didampingi suami—selama beberapa kali. Setelah itu, di sarankan untuk berlatih sendiri di rumah. Biasanya, saat di rumah nanti proses rileksasi dibantu dengan suasana ruang yang tenang seperti lampu yang redup dan di iringi alunan musik relaksasi, serta CD panduan relaksasi.

Sementara hypnobreastfeeding, kata Lanny adalah upaya alami menggunakan energi bawah sadar agar menghasilkan ASI yang mencukupi untuk kebutuhan bayi. Hanya saja, lanjut bidan dengan pendalaman clinical hypnoterapist itu,  idealnya, seorang ibu tidak mempelajari metode ini hanya ketika akan menyusui saja, melainkan sejak saat hamil.

Dengan demikian, Anda bisa saja mempelajari Hypnobirthing dan hypnobreastfeeding, sejak awal  sebelum melahirkan dan menyusui. Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk memulainya sekarang.

RELAKSASI

Baik dalam berlatih hypnobirthing, maupun hypnobreastfeeding, Anda akan belajar melakukan relaksasi. Relaksasi adalah kondisi istirahatnya jiwa dan raga. Perlu dipahami adalah bahwa relaksasi merupakan suatu keterampilan. “Karenanya, perlu dilakukan berulang-ulang untuk menentukan keberhasilannya,” tutur Lanny.

HYPNOPARENTING

Sementara itu pakar hypnoparenting Ariesandi Setyono, menyebutkan bahwa hypnoparenting sendiri berasal dari dua kata yaitu hypnosis dan parenting. “Jadi hypnoparenting adalah pengetahuan tentang mekanisme pikiran (yang mendasari hipnosis) yang displikasikan pada setiap aspek kegiatn mendidik dan mengasuh anak,”  katanya.

Di tempat berbeda, Tia mengatakan bahwa hypnoparenting adalah suatu metode peningkatan kualitas perilaku dan cara pandang anak dengan cara melakukan pemrograman, biasanya dilakukan orangtua, bisa juga oleh pengasuh, dengan bahasa tertentu yang diprogramkan ke alam bawah sadar dengan metode hypnosis. “Hypnoparenting bisa dilakukan untuk merubah perilaku anak seperti yang mengompol; malas belajar; agar tidak cengeng; berani; mau mendengarkan guru di sekolah; meningkatkan percaya diri, dan banyak lagi,” tutur psikolog yang juga mengajar di Universitas Paramadina itu.

SEDERHANA…

Berpikir metoda hypnoparenting akan sulit diplementasikan? Tunggu dulu! Menurut Tia, pada dasarnya hypnoparenting ini cukup sederhana dan penerpannya sangat mudah. “Kuncinya adalah komitmen kuat dari orangtua untuk secara konsisten melakukannya. Sekali lagi kuncinya adalah orang tua sendiri, bukan dari anak.  Ukuran keberhasilan metode ini langsung terlihat dari perubahan tingkah laku, kelakuan, cara pandang sesuai dengan apa yang orangtua arahkan dan sugestikan ke anak,”

paparnya.

Inilah beberapa caranya :

v      Gunakan kata-kata positif, misal: “mama yakin kamu pasti bisa lebih rajin” daripada: “kamu kok malas, sih”.

v      Hargai dan puji setiap usaha yang dilakukan anak.

v      Intonasi yang tepat sesuai situasi.

v      Body language sangat penting, karena anak akan langsung dapat merasakan mood orangtuanya saat berbicara dengan mereka.

v      Konsisten antara ayah dan ibu. Jangan ayah melarang anak sesuatu , terus anak minta ijin si ibu, malah diberikan ijin.

v      Jangan sungkan atau gengsi untuk mengakui kesalahan dan segera meminta maaf, walaupun itu terhadap anak kita.

v      Yang terpenting: jadilah contoh. Jangan sampai, misalnya ada pasangan suami istri membelikan segala jenis buku untuk anak-anaknya.  Si ayah dan si ibu menginginkan anak-anaknya, gemar membaca, tapi mereka sendiri tidak suka membaca buku.

Jadi, apakah Anda tertarik mempelajari salah satu atau semua metode ‘serba hyno’ seperti yang telah dipaparkan di atas?

Manfaat Hypnoparenting

Ingin tahu manfaat hypnoparenting bagi Anda dan suami serta bagi si buah hati? Inilah manfaatnya!

Manfaat Bagi Orangtua

v      Mampu menjadi efektif dalam menjalankan tugas sehingga peran orangtua yang dirasa susah oleh sebagian besar orang menjadi ringan-ringan saja.

v      Memiliki anak yang lebih baik dari segi sikap dan perilaku sesuai dengan harapan orangtua yang ditanamkan dan disugestikan pada anak.

Manfaat Bagi Anak

v      Terhindar dari resiko trauma dan luka batin yang bisa jadi akan menghambat kehidupan dewasanya.

v      Memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan membentuk perilaku yang lebih tepat sesuai dengan harapan orangtua, sehingga ia pun akan mendapatkan feedback positif yang semakin meningkatkan kepercayaan diri dan konsep diri yang baik.

Hypno Step by Step

Penasaran dengan langkah-langkah teknik serba hypno yang mungkin akan bermanfaat mengatasi berbagai persoalan yang tengah Anda hadapi saat ini? Inilah beberapa rangkumannya! Semoga berguna, ya!

Hypnobirthing Basics

  1. Dihypnobirthing-parentguide-gambar-i1 kelas hypnobirthing, hipnoterapis akan membantu para ibu untuk relaks, tenang. Untuk mendukung proses relaksasi, ruangan agak di gelapkan dan di putarkan musik relaksasi, sambil mendengarkan panduan hipnoterapis.

2. Setelah merasa relaks, ringan, dalam posisi duduk, hipnoterapis akan mulai mengajarkan para ibu untuk fokus dan konsentrasi menggunakan bola pendulum.

3. Setelah masuk ke tahap relaks, fokus secara mendalam, waktunya untuk memberikan sugesti positif -tanpa perlu menggunakan bola pendulum. Misalnya, “Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang meenyenangkan…”.

hypnobirthing-parentguide-gambar-24 Ibu diminta untuk ‘merasakan,’ bayi dalam kandungannya, dengan memegang perut. Di harapkan dalam keadaan relaks, dan fokus, ibu bisa merasa lebih dekat dengan buah hatinya. Sehingga, memiliki motivasi untuk menjalani proses kehamilan dengan penuh percaya diri, demikian juga saat menghadapi proses persalinan.hypnobirthing-parentguide-gambar4

  1. Menghadapi proses persalinan, ibu dapat melakukan sugesti positif pada diri sendiri, dapat pula di bantu suami, maupun bidan yang mengetahui teknik hypnobirthing.

Hypnobreastfeeding Basics

  1. Hipnoterapis membantu ibu untuk melakukan relaksasi, dalam posisi duduk, di bantu ruangan yang mendukung, misalnya lampu ditemaramkan, di iringi musik relaksasi, bila dikehendaki dapat juga di tambah aromatherapi.
  2. Setelah ibu merasa tenang, ringan, kemudian waktunya ibu belajar untuk fokus, di bantu bola pendulum.
  3. Setelah relaks, ringan, fokus, ibu mulai memasukan sugesti positif melalui kata-kata afirmasi.
  4. Memegang kedua payudara, dan meyakini bahwa ia akan mampu menyusui bayinya, dan ASI-nya akan mencukupi sesuai kebutuhan bayinya.

Hypnoparenting Basics

  1. Ibu berkonsultasi dengan psikolog mengenai permasalahan yang dihadapinya seputar perilaku anak, dan pola asuh yang selama ini diterapkan pada anak-anaknya.
  2. Psikolog memberikan masukan, nasihat, dan anjuran sesuai dengan kapasitas keilmuannya. Psikolog juga memberikan informasi dan arahan seputar hypnoparenting, terkait, bahwa dalam melakukan hypnoparenting orangtualah yang harus berperan aktif, dan secara konsisten mengimplementasikannya pada anak-anak.
  3. Malam hari, saat si kakak tidur, bunda mulai mempraktikkan hypnoparenting dengan cara mengusap dahi anak secara perlahan dan lembut, sambil membisikkan, “Mama. mencintai kamu…” secara berulang-ulang. Baru setelah beberapa hari secara konsisten melakukannya, dan si kakak di anggap sudah terbiasa, bunda dapat mulai membisikkan kata-kata yang bersifat sugesti positif. Misalnya, “Bunda dan Ayah sayang sama Kakak, sekarang Kakak sudah besar, sudah punya adik. Mama yakin Kakak juga sayang sama Adik…”.
  4. Hypnoparenting juga dapat dilakukan pada anak yang lebih kecil. Sebut saja,  supaya si kecil belajar tidak ngompol lagi. Dengan memberikan afirmasi, “Adik, sekarang kamu sudah besar..kalau mau pipis atau buang air besar, bilang sama Bunda atau Ayah, atau si Mbak ya…”.
  5. Secara berkala -sesuai perjanjian sebelumnya dengan psikolog-ibu maupun ayah dapat kembali berkonsultasi seputar perkembangan hypnoparenting yang telah mulai dijalankan.

Sumber : Parent guide Juni 2009

[email_link]

Tags: , , , , , , ,