IBU HAMIL, YUK BERMEDITASI

05/17/2010 -

Lagi hamil, disuruh meditasi? Memangnya apa sih, hubungan dan pengaruh positif meditasi terhadap ibu hamil, janin, dan proses persalinan?

pregnant-woman-sitting-in-lotu-thumb4965844

  • Sempurnakan kerja seluruh organ. Percaya tidak, bahwa dengan duduk diam dan tenang selama kurang lebih 20 menit sambil memusatkan perhatian pada keluar dan masuknya napas, ternyata berpengaruh baik bagi kondisi fisik ibu hamil? Pertama, otot-otot tubuh jadi rileks. Ini membuat sistem saraf dan tekanan darah berjalan normal. Akibatnya seluruh sistem organ dapat bekerja dengan sempurna, hormon jadi seimbang, metabolisme dan daya tahan/imunitas tubuh ibu hamil pun akan meningkat. Kondisi ini dapat membuat rasa tak nyaman yang sering muncul selama masa hamil menjauh. Anda sehat, janin pun tumbuh sempurna.
  • Melatih organ pernapasan. Saat bermeditasi, napas kita jadi tenang dan teratur. Dalam keadaan seperti ini gelombang otak pun berubah dari tingkat beta yang “hiruk pikuk” dan “heboh” menjadi tingkat alpha yang tentram dan damai. Kondisi ini ternyata juga baik bagi diapragma dan rongga perut ibu hamil. Kita tahu kedua organ ini pegang peranan dalam urusan pernapasan saat proses persalinan berlangsung. Jadi, kalau rajin bermeditasi, kedua organ inipun jadi terlatih.
  • Menyingkirkan cemas tak beralasan. Tanpa disadari, kita memang cenderung dan lebih tertarik memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di “luar diri” daripada “dalam diri”.  Tahukah Anda, inilah yang sering membuat diri kita  merasa “semrawut” dan penuh dengan segala kecemasan. Padahal, kalau kita mau duduk diam, me”rasa”kan tubuh, men”dengar”kan suara dari dalam diri serta ber”dialog” dengan “diri”, kita bisa mendapatkan ketenangan dan perasaan damai. Intuisi pun akan terasah. Meditasi, bertujuan memusatkan perhatian dari “luar” diri menjadi ke “dalam” diri. Hal ini jelas sangat bermanfaat bagi ibu hamil, terutama yang sering diganggu oleh kecemasan, entah terhadap kondisi kehamilannya maupun bayangan menghadapi proses persalinan kelak.
  • Jalin komunikasi dengan janin. Meditasi membuat kita lebih “peka” terhadap kondisi di sekeliling kita. Apalagi terhadap janin yang berada dalam kandungan. Hubungan Anda dengan janin pun terjalin dengan erat dan manis. Artinya, Anda sudah merajut hubungan ibu – anak sejak dari dalam kandungan. Apa manfaatnya? Banyak sekali. Bukan hanya Anda bisa ber”komunikasi” dengan janin, tetapi juga tanggap saat janin memberitahu kalau ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya. Misalnya saat Anda terlalu banyak berkegiatan dan lupa istirahat. Ini hanya bisa didapat bila Anda membiasakan diri menjalin hubungan dengan janin dan diri Anda sendiri. Meditasi, adalah salah satu jalannya.
  • Kerjasama saat proses persalinan. Kepekaan yang terasah dan eratnya hubungan Anda dengan janin akibat rajin bermeditasi, tidak saja membuat Anda merasa tenang dan bahagia selama menjalani kehamilan, tetapi akan sangat membantu di saat proses persalinan berlangsung. Maksudnya? Menghadapi saat bersejarah itu, Anda dan janin bisa saling berkomunikasi dan bekerjasama. Anda akan dapat “memahami” sinyal yang diberikan janin ketika saat kelahirannya sudah tiba. Anda pun akan dengan mantap mengatakan, “Ya, sekaranglah waktunya. Kita bekerja sama ya nak. Ibu akan membantu membuka jalan dan segera menyambutmu.” Hubungan yang telah terjalin selama ini membuat tak ada lagi rasa cemas dan takut menghadapi persalinan. Sebagai gantinya, hanya ada rasa percaya diri, bangga, dan tentu saja bahagia.


Tags: , , , , , , , , , , , , , ,