Jangan Lupa, Siapkan Catatan Penting

07/13/2010 -

Wanita hamil manapun tentu ingin kehamilannya berlangsung sehat dan proses persalinannya berjalan tenang, mudah, dan lancar. Itu sebabnya, hampir semua wanita hamil akan melakukan persiapan sebaik-baiknya dan melakukan perawatan kesehatan semaksimal yang ia mampu lakukan.

Meski demikian, terkadang jalannya kehamilan memang tidak bisa diduga. Adakalanya, terjadi sesuatu di luar dugaan, dan membuat segala sesuatu yang rasanya sudah dipersiapkan dengan maksimal, tetap saja terasa ada kekurangannya. Apalagi kalau sudah menyangkut saat-saat kelahiran si buah hati.

Seperti pengalaman Rina. Menurut dokter kandungan yang merawatnya, diperkirakan bayi Rina akan lahir sekitar pertengahan bulan depan. Karena Rina merasa sehat, maka bulan ini ia pun masih tenang-tenang bekerja di kantornya. Apalagi di rumah, meski masih sebulan lagi, tas berisi semua keperluan bersalin nanti sudah ia siapkan.

Hingga di suatu jam makan siang, tiba-tiba Rina merasakan kontraksi yang cukup kuat datang berkali-kali. Rina bingung, dan menjadi bertambah panik ketika menyadari kalau Aldo, suaminya, saat itu sedang tugas ke luar kota.

Memang ketika itu teman-teman kantornya bisa langsung mengantar Rina ke rumah bersalin. Tetapi tak urung mereka sempat bingung ketika ingin menelpon suami Rina dan memberitahu ibunda Rina di rumah beliau. Masalahnya, di tengah kontraksi yang terus datang, Rina menjadi semakin panik dan tiba-tiba jadi lupa semuanya…

Tidak mau mengalami hal seperti Rina? Ya sudah pasti. Akan tetapi, bagaimanapun, menyiapkan diri untuk menerima sesuatu yang tak terduga, tak ada salahnya juga. Karena itu, yuk siapkan apa yang “terlewat” dari persiapan Rina.

Catatan Penting di Meja

pregnant-and-working-variations-largethumb1282880Bisa jadi Anda yakin bahwa teman-teman Anda akan dengan senang hati mengantarkan Anda ke rumah bersalin seandainya terjadi sesuatu di kantor. Tetapi alangkah bijaksananya kalau Anda juga membantu memudahkan niat baik mereka ketika saatnya mereka memang perlu melakukannya.

Agar teman-teman kantor mudah membantu Anda;

  • Letakkan di meja kerja Anda (pada posisi yang mudah terlihat dan terbaca tentu), catatan siapa saja yang bisa dihubungi seandainya terjadi sesuatu pada Anda di kantor. Yang paling penting tentu nomer Hp serta telepon kantor suami. Catat juga nomer telepon rumah Anda, Hp dan rumah orang tua Anda, kakak serta adik.
  • Catat nomer telepon rumah bersalin Anda serta Hp dokter kandungan atau bidan Anda.
  • Dimana perlu, catat juga nomer kartu pendaftaran rumah bersalin Anda. Begitu juga kalau ada catatan-catatan penting lain sehubungan dengan proses persalinan dan rumah bersalin Anda, yang memang harus disiapkan sebelumnya.
  • Mengingat bisa jadi tidak semua teman kantor Anda sudah pernah melahirkan, atau mungkin di kantor Anda lebih banyak pegawai laki-laki daripada perempuan, ada baiknya kalau Anda buat juga catatan ringkas seputar hal-hal penting mengenai kemungkinan bayi akan segera lahir (meski menurut perhitungan belum waktunya). Dengan demikian mereka bisa segera paham dan bertindak cepat untuk membawa Anda ke rumah sakit. Tanda-tanda itu seperti:
    • Mengalami kontraksi yang kuat terus menerus
    • Keluarnya cairan ketuban
    • Terjadi perdarahan

Kompromi dengan Janin

Satu hal yang sebaiknya tidak dilupakan wanita hamil adalah, terus berkomunikasi dengan janinnya. Berkomunikasi tentang apa saja. Termasuk, “janjian” kapan dan di saat apa Anda dan janin sama-sama ingin melewati masa penting, yaitu proses persalinan.

Kalau Anda ingin si kecil lahir di saat weekend, katakan saja padanya. Jelaskan, bahwa kalau hari kerja, kemungkinan jalanan padat dan macet, suasana jadi kurang santai. Apalagi kalau jarak antara rumah atau kantor Anda ke rumah bersalin tidak terlalu dekat. Sedang kalau di hari libur, semua bisa berjalan dengan tenang.

Atau pesankan padanya, bahwa kalau sekiranya ia sudah ingin segera lahir (meski perkiraan dokter masih beberapa hari lagi), mintalah ia “memberitahu” Anda pada malam sebelumnya. Sehingga Anda punya waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Caranya bagaimana, Anda berdualah yang menentukan. Apakah Anda ingin ia memberi tanda dengan mengetuk-ngetuk dinding perut Anda 5 kali, atau menggeliat ke arah kiri, dan banyak lagi cara yang bisa Anda kompromikan bersama.

Percayalah, bila Anda sudah sering menjalin komunikasi dengan janin, Anda pasti akan paham apa yang ingin disampaikannya, sebagaimana ia juga paham semua yang ingin Anda sampaikan padanya. Setiap ibu sudah dibekali kemampuan ini kok, oleh alam.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,