Pengaruh Kondisi Stres dari Ibu Hamil Kepada Janin

08/05/2016 -

Para pakar mungkin masih memperdebatkan mengenai metode apa yang paling tepat dalam memaksimalkan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Namun, mereka sepakat bahwa kondisi stress psikis pada ibu hamil tidak akan berdampak baik pada janin.

Maka dari itu berbagai metode untuk mengurangi stress pada ibu hamil saling bermunculan. Salah satunya adalah metode pelatihan Hypnobirthing. Pelatihan ini akan mengajak para ibu hamil untuk dapat menanamkan sugesti positif ke dalam dirinya agar pertumbuhan janin tidak terganggu.

Bahaya resiko stress bagi ibu hamil terhadap kesehatan pertumbuhan janin jangan sampai diabaikan. Faktor emosional dan stressor kehamilan akan berpengaruh kepada kesehatan ibu hamil sendiri terlebih kepada janinnya yang tidak bisa dianggap remeh.

Saat wanita hamil mengalami ketakutan dan kecemasan dan emosi lain yang mengganggu, perubahan fisiologi terjadi dan dapat mempengaruhi janinnya. Contohnya produksi adrenalin sebagai akibat dari ketakutan membantasi aliran darah ke daerah rahim dan menghambat bayi memperoleh oksigen. Demikian pula, stress yang dialami ibu hamil dapat meningkatkan Corticotrophin Releasing Hormone (CRH) diawal kehamilan.

CRH secara berurutan dapat menyebabkan kelahiran prematur. Wanita dibawah tekanan sekitar empat kali lebih mungkin dibandingkan wanita pada umumnya untuk melahirkan bayi secara prematur. Stress ibu hamil juga dapat mempengaruhi janin secara tidak langsung dengan meningkatkan kemungkinan bahwa ibunya akan melakukan perilaku hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh medis dan dokter dan melakukan perawatan prakelahiran yang sangat berbahaya.

Kesadaran dari ibu hamil mengenai bahaya stress hendaknya perlu ditingkatkan guna kesehatan janin di dalam kandungan. Sehingga ibu hamil dapat segera menjauhi sumber-sumber yang dapat menjadikanya stress.