TANGAN KEBAS DAN NGILU? DI “NTS” AJA!

06/10/2010 -

Sudah lebih dari seminggu, Nita merasa ada yang tidak beres dengan tangan kanannya.

Nita sering merasa kebas dan “kesemutan”, mulai dari pangkal lengan hingga ujung-ujung jari. Kalau sedang “kumat”, wah, bukan main mengganggunya.

BLD054391

Lagi santai, kok muncul rasa ngilu?

“Mulanya saya pikir rasa kebas ini muncul kalau saya tanpa sadar tidur dalam posisi miring ke kanan. Jadi mungkin akibat tangan kanan tertindih tubuh saya sendiri. Ternyata, suatu ketika saya sedang duduk santai membaca buku, lho, malah bukan cuma kebas yang muncul, tapi rasa pegal luar biasa dan ngilu!” keluh Nita.

Belakangan rasa kebas, kesemutan ditambah pegal dan ngilu ini semakin sering muncul, baik ketika Nita berada dalam posisi berdiri, duduk, atau berbaring terlentang. Tentu saja Nita merasa aktifitas sehari-harinya semakin terganggu. “Apalagi pekerjaan saya sehari-hari di kantor mengharuskan saya “duduk manis” di depan perangkat komputer. Nah, kalau sudah agak siang,  mulai deh si  “kebas-ngilu”  kumat. Saya pun jadi gelisah dan serba salah. Habis, bahu, lengan sampai jari-jari gak karu-karuan rasanya! Benar-benar mengganggu,” katanya dengan kesal.

Biasanya, untuk mengurangi rasa sakit, Nita menekan-nekan bahu serta tangan kanannya sambil sesekali mengoleskan krim penghangat.  “Saya kok jadi khawatir ya. Pertama saya tidak tahu penyebabnya. Kedua,  selain mengganggu,  saya khawatir terjadi sesuatu di dalam tubuh saya,” katanya dengan nada penasaran.

Rupanya, yang membuat Nita bertambah gusar adalah, hasil pemeriksaan dokter terhadap kondisi kesehatan Nita. Ternyata, tekanan darah, gula darah, jantung serta ginjal Nita, semuanya dalam kondisi “baik-baik saja” tuh…

Gara-gara posisi tubuh

Ketika  Nita mengeluh ke seorang temannya di kantor,  ternyata teman ini mengakui kalau ia pun pernah mengalami hal yang sama. “Di NTS aja,” demikian anjuran sang teman dengan ringan. Ia pun kemudian  mengajak Nita mengunjungi  Klinik Pro V  di daerah Cempaka Putih, tempat dimana ia disembuhkan. Nita menurut.

Oleh Suhu Haryanto, yang oleh sang teman disebut sebagai “suhu”nya Neuro Tendo Stimulasi,  Nita diberi penjelasan tentang  “asal-muasal”  timbulnya rasa kebas dan ngilu di tangan kanannya.

Hampir tak percaya Nita, ketika diberitahu bahwa penyebab keluhannya tidak lepas dari pekerjaan sehari-harinya di kantor. Maksudnya? Ya, yang dikatakan Nita dengan “duduk manis” di depan komputer tadi itu.

Lebih jelasnya, ini dimulai dari sikap atau posisi tubuh Nita ketika duduk dan bekerja dengan komputernya. Nita akhirnya memang mengakui, bahwa kalau sudah keasyikan  “melotot” di depan layar monitor, ia sering tidak menyadari lagi posisi tubuhnya. Bahwa sebenarnya, leher dan bahunya sering dalam kondisi tegang, sementara tangan kanannya yang memegang mouse pun jadi kaku. Belum lagi posisi duduknya. Nita menyadari bahwa tinggi kursi dengan mejanya memang kurang proporsional.

Ketegangan serta posisi tubuh yang tidak baik ini membuat saraf-saraf di ruas tulang leher  Nita terjepit dan menyebabkan bagian tubuh yang disarafi oleh ruas tulang leher, yaitu sepanjang tangannya, jadi ”korban”.

“Neuro Tendo Stimulasi”, apa itu?

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Neuro Tendo Stimulasi/Neuro Tendon Stimulation?  Ini merupakan jenis terapi untuk memperbaiki dan mengoptimalkan sistem saraf dan otot di sepanjang tulang belakang.

Terapi ini memang banyak berkonsentrasi pada memberi stimulasi urat dan saraf pada susunan saraf (neuro) di sepanjang tulang belakang. Hebatnya, terapi ini mampu mencapai hingga ke serabut saraf yang tidak bisa dijangkau dengan terapi biasa.

Itu sebabnya, terapi ini bisa memperbaiki fungsi peredaran darah, kelenjar serta organ tubuh,  yang bila terganggu bisa menimbulkan berbagai keluhan. Mulai dari  rasa kesemutan, migren hingga vertigo, juga gangguan pada lambung bahkan jantung.

Di Klinik Pro V, Suhu Haryanto memberi Nita terapi dengan pijatan di ujung-ujung saraf yang berkaitan dengan bagian yang sakit. Mengingat serabut saraf sangat halus dan berada jauh di bawah kulit sehingga sulit dicapai dengan jari tangan, maka Suhu Haryanto juga menggunakan alat bantu khusus berupa alat pijat yang terbuat dari tanduk kerbau.  Dalam terapi ini, Suhu Haryanto juga membuang energy/ chi negatif dalam tubuh Nita dan menggantikannya dengan energi positif dengan terapi chikung.

Setelah beberapa kali mendapatkan terapi, Nita pun mengucapkan “good-bye” pada gangguan kebas-nyerinya.

Tags: , , , , , , , , , ,