Ozon Therapy

Q : Apakah ozon itu ?
A : Ozon adalah suatu bentuk oksigen yang mendapat energi tambahan   yang terdapat secara alamiah di atmosfir bumi. Terbentuk secara alamiah bila oksigen (O2) terkena sinar ultra violet berubah menjadi molekul ozon (O3) dengan 3 atom oksigen dengan tambahan elektron. Begitu pula bila ada lonjakan listrik seperti petir dan kilat terjadi pembentukan O3. Seusai badai, udara terasa segar oleh sedikit ozon yang telah terbentuk. Secara komersial, ozon dibuat di generator ozon.

Q : Apakah pengobatan ozon itu sesuatu yang baru?

A : Pada tahun 1915, ozon digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Selama perang dunia II, tentara Jerman menggunakan ozon secara luas untuk mengobati luka di medan perang.  Dr Horst Kief adalah dokter pertama yang berhasil mengobati orang dengan HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Sekarang ada sekitar 18000 dokter di Jerman dan 35.000 dokter di Eropa menggunakan ozon dalam prakteknya. Juga di Amerika Serikat dan Negara lain sudah banyak menggunakan terapi ozon untuk pengobatan.

Q : Bagaimana cara bekerjanya terapi ozon ?
A : Terapi ozon digunakan terutama untuk mematikan virus, menghancurkan bakteri, dan menghilangkan jamur. Dan manfaat besar yang ditimbulkan ozon dalam tubuh manusia antara lain : darah diperkaya dengan oksigen, peredaran darah diperbaiki dan merangsang dibuatnya oksigen dalam jaringan-jaringan tubuh. Selain itu juga mengatur dan memperbaiki sistem imunitas. Dengan demikian banyak gangguan kesehatan dapat diobati secara efektif dengan terapi ozon. Dalam bukunya “ Penggunaan Ozon Dalam Pengobatan “, dr. Siegfried Rilling dan Renate Viebahn, terapi ozon telah digunakan pada Dermatology, Gastroenterology, Gynecology, Neurology, Oncology, Orthopedics, Radiology, Rheumatology, Surgery dan Urology.

Q : Penyakit apa saja yang di obati secara efektif dengan terapi ozon ?
A : Menurut Medical Society for Ozon di Eropa dan National Center for Scientific Research di Amerika, penyakit tersebut di bawah ini dapat di obati secara efektif.

  • Gangguan sirkulasi
    Tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, jantung, stroke, cerebral sclerosis.
  • Gangguan Hormonal
    Diabetes serta komplikasinya, ganggren, ulkus dekubitis, akne, defisiensi hormone, kemunduran seksualitas, impotensi, menopause, premenstrual tension.
  • Penyakit sendi dan tulang
    Rematik, arthritis, penyakit tulang belakang, pekapuran & osteoporosis.
  • Gangguan Immunitas
    Autoimmune diseases, allergi, asma, SLE ( Systemic Lupus Eritomatosus)
  • Penyakit Infeksi
    Virus (Herpes Simplex dan Zoster, Hepatitis, Sirosis Hepatitis); jamur ( kuku, keputihan, kandidiasis, abses sinusitis.
  • Penuaan Terlalu Dini
    Senile dementis, pikun, glaucoma, katarak, gangguan telinga
  • Gangguan Lain
    Tumor & kanker, pembesaran prostate, obesitas (tubuh terlalu gemuk), konstipasi, ulkus dekubitus

Q : Bagaimana terapi ozon dilakukan ?
A : Yang terbanyak dilakukan adalah Major Autohemotherapy. Dari pasien diambil 100cc darah. Campuran ozon dan oksigen dari generator ozon dimasukan ke dalam kantong darah selama beberapa menit sehingga tercampur dan membuat warna darah berubah menjadi cerah. Kemudian darah ini dikembalikan dalam vena.

Q : Apakah terapi ozon harus dilakukan di rumah sakit ?
A : Dapat dilakukan di Klinik karena tidak perlu rawat inap

Q : Apakah terasa sakit waktu di ozon dan membutuhkan waktu berapa lama ?
A : Sama sekali tidak terasa sakit dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 s/d 30 menit.

[email_link]

FAQ lain: