Plaquex Therapy

Q: Apakah Terapi Plaquex sama dengan terapi Chelasi?
A: Berbeda, dimana pada terapi Plaquex menggunakan bahwa aktif Phosphatidycholine yang berfungsi melarutkan endapan kolesterol. Sedangkan Chelasi menggunakan EDTA yang fungsinya mengikat logam berat.

Q: Apakah terapi Plaquex dapat meningkatkan kadar asam urat?
A: Tidak, karena walaupun Plaquex berasal dari bahan baku kedelai, tapi hanya ekstrak  phosphatidycholine  saja yang diambil, sehinga tidak ada kandungan purin (purin dalam kedelai dapat menaikkan asam urat).

Q: Apakah terapi Plaquex tersebut mempunyai  efek samping?
A: Efek samping sangat ringan, yaitu diare.  Diare merupakan salah satu reaksi atas pembuangan lemak melalui saluran pencernaan. Efek samping positif lainnya adalah peremajaan.

Q: Bagaimana caranya terapi Plaquex dilakukan? Berapa lama?

A: Cara melakukan terapi Plaquex adalah dengan cara infus (intra vena) yang membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam.

Q: Apakah terapi Plaquex boleh terputus?
A: Sebaiknya terapi Plaquex dilakukan secara teratur 2 s/d 3 x setiap minggu untuk memperoleh hasil yang maksimal.  Namun terapi plaquex bukan seperti antibiotik; sehingga apabila sekali-kali terputus (misal : pasien bertugas keluar kota), terapi masih tetap dapat dilanjutkan tanpa mengurangi manfaatnya.

Q: Berapa kali harus melakukan terapi Plaquex?
A: Bagi mereka yang positif menderita penyumbatan di pembuluh darah  rata-rata harus dilakukan 4 (empat) paket atau 40 x treatment intensif 2 s/d 3 x per minggu.  Kemudian dilanjutkan maintenance 1 s/d 2 x per bulan.

[email_link]

FAQ lain: